Final Siswanto Cup VI, Todanan kalahkan Kedungpeting

Foto: Gatot Aribowo

Pertandingan final turnamen bola voli Siswanto Cup VI antara Todanan melawan Kedungpeting di GOR Mustika, Minggu malam (6/10/2019) disaksikan hampir ribuan penonton/

Senin, 07 Oktober 2019 07:01 WIB

BLORA (wartablora.com)—Gelaran turnamen bola voli Siswanto Cup VI telah selesai, Minggu malam, 6 Oktober 2019. Dalam perebutan juara pertama, tim bola voli Kedungpeting dari Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran masih belum mampu mengambil trophy yang tahun lalu juga dipegang tim bola voli Todanan. Kedungpeting harus tunduk dari Todanan 3 set berturut-turut sejak awal pertandingan. Dengan kemenangan ini, tim bola voli Todanan berhak mendapatkan hadiah senilai Rp15 juta.

Kemenangan Todanan ini mengukuhkan dominasi kemenangannya atas Kedungpeting dua kali berturut-turut, sejak pertemuan mereka di final pada turnamen yang sama di tahun sebelumnya. Jika di Siswanto Cup V tahun 2018 Kedungpeting mampu mendapatkan 1 set kemenangan, namun di Siswanto Cup VI 2019, Kedungpeting harus mengakui kedigdayaan Todanan dengan kalah 3 babak berturut-turut.

Dalam pertandingan di GOR Mustika yang disaksikan langsung Bupati Blora Djoko Nugroho mulai jam 7 malam, Todanan membuka set pertama dengan dominasi keunggulannya. Angka demi angka diraih Todanan dengan mengunci Kedungpeting di angka 14. Set pertama mencetak selisih 11 angka dengan skor 25-14 untuk Todanan.

Di babak kedua, Kedungpeting sebenarnya mampu bangkit. Semangat dan dukungan yang terang-terang ditunjukkan Bupati Blora sedikit banyak mampu membuat mereka termotivasi. Sempat unggul 5-1 di awal babak kedua, Kedungpeting berbalik ketinggalan 6-8 dari Todanan. Selisih 2 hingga 3 angka ini terus berlanjut hingga di pertengahan babak kedua. Menjelang akhir-akhir babak kedua, selisih menjauh di 6 angka, dengan kemenangan 25-19 untuk Todanan.

Memasuki babak ketiga, dominasi Todanan semakin menguat. Kedungpeting tak mampu mengungguli perolehan angka. Selisih angka pun semakin menjauh hingga 8 angka saat Todanan tinggal memperoleh 1 angka untuk memenangkan pertandingan. Namun semangat pantang menyerah Kedungpeting membuat selisih 8 angka perlahan terkejar. Sayang, di perolehan angka 22, Kedungpeting harus mengakui kehebatan Todanan.

Manajer tim bola voli DPI Parikesit asal Dusun Kedungpeting, Desa Kedungwaru, Kecamatan Todanan, Suwelo Giri mengatakan, dirinya masih perlu waktu untuk bisa mengalahkan tim bola voli dari Desa Todanan, Kecamatan Todanan tersebut.

“Mereka sudah belasan tahun terbentuk dan memegang juara di tingkat kabupaten. Kami masih butuh waktu, ya setidaknya 2 tahun untuk bisa menundukkan mereka,” katanya usai pertandingan.

Secara potensi pemain, Suwelo Giri menyatakan perlu menjadikan tim bola voli-nya menjadi milik desa, sehingga bakat-bakat dari dusun lain di desa yang sama bisa diambil untuk memperkuat tim.

“Tim kami ini hanya berasal dari 2 RT di RW V Desa Kedungwaru. Ada 3 RT di desa tersebut. Pemain kami 3 orang dari RT 1 dan 4 orang dari RT 2. Ada potensi calon pemain dari RW lainnya. Ada yang dari RW I, ada pula yang dari RW II. Kami akan mengambil dan menggemblengnya,” kata Suwelo.

Dengan kekalahannya ini, tim bola voli dari Dusun Kedungpeting tersebut harus puas mendapatkan hadiah uang pembinaan sejumlah Rp7 juta.

Sementara itu di perebutan juara 3 dan 4 antara tim bola voli Desa Plumbon, Kecamatan Ngawen melawan tim bola voli dari Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban dimenangkan Plumbon dengan 3-1. Dengan kemenangan ini, Plumbon berhak mengantongi uang pembinaan sejumlah Rp5 juta.

Penyelenggara turnamen, Siswanto yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Blora mengatakan, turnamen yang digelar setiap tahun ini dimulai sejak dirinya menjadi wakil rakyat pada tahun 2014.

"Saat itu hanya 7 tim dari 7 dusun di beberapa desa, terutama Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, desa tempat kelahiran saya. Diselenggarakan atas rasa syukur saya terpilih menjadi anggota DPRD Blora. Lalu tiap tahun jumlah pesertanya membludak, dan sekarang bisa dilihat di mana-mana di seluruh Kabupaten Blora adanya Siswanto Cup," ujarnya seraya menyebutkan jika di tahun ke-6 ini jumlah pesertanya mencapai 181 tim dari ratusan desa di Kabupaten Blora.

Babak grand final turnamen ini dimeriahkan juga dengan pertandingan ekshibisi antara Jati Musika U-20 melawan Botoreco yang bertanding siang harinya sebelum pertandingan perebutan juara 3 di sore harinya. Sementara pertandingan ekshibisi penutup usai final Todanan - Kedungpeting, antara DPU PR Grobogan melawan JM Siswanto Cup VI. (*)